Pahami Detoksifikasi untuk Optimalkan Kesehatan

Halo, Sahabat Sehat!

Tahun 2020 menjadi tahun yang cukup membekas diingatan kita. Dimana kita menjadi lebih sadar untuk melakukan kebiasaan hidup bersih dan menerapkan gaya hidup sehat . Jika sebelumnya gaya hidup sehat bukanlah topik yang menarik, seketika berubah menjadi hal yang setiap orang perbincangkan dan ingin terapkan.
Tidak mengherankan jika awal tahun 2021 ini menjadi momen yang tepat untuk setiap orang memulai atau membangun kebiasaan hidup sehat dengan membuat resolusi sehat di awal tahun. Ada banyak hal yang bisa kita jadikan bagian dari resolusi sehat tahun ini Sahabat Sehat!, salah satunya adalah detoks.

Mau tanya-tanya seputar Detoks? Tulis pertanyaan Anda dibawah ini :


Loading...

Apa Itu Detoksifikasi dan Kenapa Penting?

Setiap hari tubuh kita terpapar oleh toksin atau racun, baik dari luar tubuh maupun dari dalam tubuh. Baik dari makanan atau obat-obatan yang kita makan, bahan kimia yang kita gunakan, atau dari sisa-sisa hasil metabolisme yang dilakukan tubuh.

Detoks atau Detoksifikasi adalah proses pengeluaran atau penetralan zat-zat yang bersifat toksin atau racun dari dalam tubuh kita tersebut.

Proses detoksifikasi ini sebenarnya sudah secara alami ada dalam tubuh kita, namun karena toksin atau racun yang masuk ke tubuh lebih banyak, proses ini menjadi tidak maksimal.

Sedangkan, apabila racun di dalam tubuh kita sudah terlalu banyak liver juga tidak akan dapat lagi mengurus racun-racun tadi, dan akibatnya sebagian besar dari racun tersebut akan keluar ke pembuluh darah dan beredar di seluruh tubuh kita.

Jika hal ini terus dibiarkan, maka jangka panjangnya akan menyebabkan berbagai penyakit degeneratif, penurunan energi (tubuh terus merasa lelah), penuaan dini, dan juga terganggungya fungsi kekebalan tubuh.

Karena hal tersebutlah, yang membuat tubuh kita memerlukan waktu untuk beristirahat sejenak dan membersihkan diri dengan lebih maksimal melalui puasa (fasting). Ketika kita berpuasa fungsi detoks dalam tubuh kita akan meningkat dan lebih maksimal dalam mengeluarkan racun dari tubuh.

Apa Saja Manfaat dari Detoks?

Sahabat Sehat, ketika racun yang menjadi sumber berbagai penyakit dari tubuh kita berhasil dikeluarkan, akan ada banyak manfaat yang akan kamu rasakan. berikut ini 10 manfaat dari detoks yang akan kamu rasakan :
1. Pengendalian Berat Badan

Setelah melakukan detoks, maka organ dalam tubuh kita akan kembali bekerja dengan maksimal. Tak hanya itu, proses detoks juga akan membantu organ tubuh membakar kalori dan lemak dengan baik. Sehingga, impian untuk mendapatkan berat badan ideal bukan lagi mimpi. Ini adalah salah satu manfaat detoksifikasi yang paling dicari oleh pria dan wanita.
2. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Detoksifikasi memiliki manfaat dengan membantu tubuh untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh dengan lebih maksimal. Ini artinya, tubuh akan mampu menyerap nutrisi dan gizi dengan lebih baik. Sehingga setelah proses detoksifikasi tak heran jika tubuh Kamu menjadi lebih kebal dari berbagai penyakit.

3. Menghaluskan Kulit

“Salah satu tanda proses detoks berhasil adalah ketika Kamu merasakan gatal pada kulit. “

Kulit adalah pelindung tubuh yang bertugas untuk mengatur suhu dan menjadi tempat keluarnya cairan berupa keringat. Nah, jika Kamu melakukan proses detoksifikasi, toksin yang ada di dalam tubuh akan ikut dikeluarkan melalui keringat. Kulit pun akan menjadi lebih halus, cerah, dan tentu saja sehat.
4. Menyehatkan Rambut

Penggunaan cat rambut dan sampo memang terkesan sepele. Namun, Kamu tidak boleh menyepelekan hal ini karena kandungan kimia yang ada di dalamnya termasuk toksin bagi kesehatan tubuh.

"Nyatanya, untuk bisa mendapatkan rambut sehat berkilau, Kamu cukup melakukan detoksifikasi secara alami.”
Sebab, toksin yang telah dikeluarkan tubuh melalui detoks akan membuat rambut Kamu menjadi sehat dan bercahaya. Detoksifikasi memiliki manfaat untuk kesehatan rambut karena keluarnya racun dari dalam tubuh.

5. Menjernihkan Pikiran

“Tahukah Kamu bahwa kualitas pikiran seseorang itu dipengaruhi oleh konsumsi makanan setiap hari?

Sering mengonsumsi makanan dengan kandungan gula tinggi dan berlemak akan membuat tubuh terasa lemah dan lesu. Itulah sebabnya, tubuh Kamu perlu melakukan detoks untuk memperbaiki kualitas pikiran agar bisa kembali jernih.
6. Membantu Meringankan Kinerja Organ Hati

Sebagai organ penting yang bertugas untuk menetralkan dan menyaring racun yang masuk ke dalam tubuh, hati perlu dibantu untuk melakukan detoksifikasi agar proses pengeluaran racun menjadi kian maksimal.

“Proses detoksifikasi mampu membantu meringankan kinerja hati untuk mengeluarkan racun melalui proses metabolisme saat Kamu menjalani proses detoksifikasi.”

7. Membantu Meringankan Kinerja Organ Usus

“Racun atau toksin yang mengendap dapat membahayakan tubuh Kamu.”

Itulah sebabnya mengapa Kamu perlu menjalani proses detoksifikasi agar tubuh mampu mengikat racun yang nantinya akan dibuang secara bersamaan melalui kotoran.
8. Meningkatkan Vitalitas dan Stamina

Manfaat detoksifikasi untuk vitalias dan stamina memang sudah menjadi primadona. Selain menyehatkan, proses detoks akan membuat tubuh Kamu menjadi lebih enerjik dan semangat. Hal ini bisa terjadi karena proses pembakaran dalam tubuh bisa berjalan dengan optimal.
9. Detoks Membuat Kamu Menjadi Awet Muda

Toksin yang terlalu banyak mengendap di tubuh dapat membuat proses penuaan menjadi kian lebih cepat. Dengan melakukan detoks, maka tubuh Kamu lebih mampu untuk mengurangi radikal bebas, sehingga tubuh Kamu akan menjadi awet muda.

10. Mengatasi Iritasi Organ dalam Tubuh

“Pemicu racun yang menyebabkan iritasi pada organ dalam tubuh, antara lain kopi dan alkohol.”

Itulah mengapa proses detoksifikasi sangat diperlukan agar tubuh mampu membersihkan segala racun yang mengendap dan bersemayam di dalam tubuh. Terdapat banyak lagi manfaat detoksifikasi yang bisa Kamu peroleh. Namun, hal tersebut hanya bisa Kamu rasakan sendiri dengan membuktikan program detoks yang Kamu jalani.

Detoks Video Series : 5 Hari Pahami Detoksifikasi bersama Ibu Andang Gunawan


Loading...

Kapan Saya Perlu Detoks?

Sahabat Sehat, saat Kamu merasa ada yang tidak beres dengan tubuh kamu, coba cermati gejala-gejalanya. Bisa jadi gejala tersebut adalah tanda bagi tubuh kamu agar segera melakukan detoksifikasi untuk memulihkan kondisi dan kinerja organ tubuh agar kembali seperti semula.

Tanda-tanda berikut ini harus Kamu perhatikan dengan betul untuk mengetahui bahwa tubuh Kamu memerlukan detoks sesegera mungkin.

#1 Tubuh Menjadi Mudah Lelah

Jika sering mengalami kondisi mudah lelah, maka kafein bukanlah solusi yang tepat. Justru Kamu akan membuat kondisi tubuh semakin buruk jika terus mengonsumsi kafein. Kondisi lelah berkepanjangan ini adalah sinyal bahwa tubuh Kamu perlu melakukan detoksifikasi dengan segera.

#2 Susah Fokus

Salah satu tanda bahwa tubuh butuh detoks adalah saat Kamu mengalami kesulitan fokus. Kondisi seperti inilah yang membuat Kamu harus menjadwal program detoks dengan segera.

#3 Sering Merasa Tertekan

Tahukah Kamu bahwa banyaknya racun dalam tubuh bisa membuat pikiran menjadi tidak jernih. Dengan menjadwalkan program detoks, maka Kamu sama saja membantu membersihkan pikiran dari hal-hal negatif dan membuatmu lebih terbuka terhadap hal-hal baru.

#4 Berat Badan Tubuh Sudah Overdosis

Jika Kamu mendambakan berat badan ideal, namun terkendala over weight, maka Kamu perlu pertimbangkan untuk melakukan detoks segera. Pasalnya, lemak termasuk racun yang mengendap dalam tubuh yang menyebabkan tubuh menjadi gemuk dan kelebihan berat badan. Dengan melakukan detoksifikasi, maka Kamu berusaha untuk membuang semua racun yang ada dalam tubuh.

#5 Sering Mengalami Masalah dengan Tidur Atau Insomnia

Beberapa orang mungkin termasuk Kamu, merasa bahwa tidur merupakan hal yang sangat mewah. Padahal, tidur merupakan hal wajib sebagai upaya bagi tubuh untuk mengistirahatkan diri dari segala macam aktivitas.

#6 Kepala Sering Terasa Sakit

Pertanda bahwa tubuh Kamu memerlukan detoks, yaitu saat sering merasakan sakit kepala. Kamu perlu segera melakukan detoksifikasi jika Kamu merasa kepala sering nyeri akibat penumpukan racun di dalam tubuh.

#7 Tubuh Sering Terasa Nyeri Atau Kaku Secara Tiba-tiba

Jika tiba-tiba tubuh terasa kaku atau nyeri tanpa suatu sebab, maka Kamu harus segera memikirkan untuk menjadwal program detoks Kamu. Racun yang menumpuk di tubuh adalah penyebab utama mengapa tubuh Kamu terasa nyeri dan kaku. Kamu tidak boleh membiarkannya begitu saja dan harus segera mengatasinya.

Nah Sahabat Sehat, jadi itu beberapa gejala ringan yang bisa kita ketahui saat tubuh kita perlu detoks. Jangan tunggu sampai kita harus mengalami sakit yang sangat parah ya. Jika kita sudah mengalami gejala seperti ini cukup sering, segera rencanakan untuk lakukan program detoks.

Metode Detoks yang bisa Saya Lakukan?

Sahabat Sehat, melakukan detoks yang benar adalah TANPA OBAT atau secara alami. Seperti yang dijelaskan sebelumnya detoks yang benar adalah dengan cara puasa (fasting). Ada 2 metode detoks yang paling direkomendasikan para ahli kesehatan di berbagai belahan dunia;

#1 Water Fasting


Cara pertama agar tubuh dapat melakukan detoks diri sendiri adalah dengan cara Water Fasting. Water fasting ini bisa dilakukan oleh siapa saja dan kapan saja.

Dalam metode Water Fasting, Kamu diharuskan meminum air putih sebanyak 2-3 liter per hari tanpa mengkonsumsi makanan lainnya.

Untuk lamanya melakukan Water Fasting ini bisa disesuaikan masing-masing individu. Untuk batas maksimal detoks ini bahkan ada yang bisa sampai 40 hari nonstop puasa hanya konsumsi air.

#2 Juice Fasting


Kemudian ada metode Juice Fasting yang lebih direkomedasikan para ahli. Metode ini adalah cara yang baik untuk berpuasa tanpa membuat kita lemas. Karena kandungan gizi yang berlimpah pada buah dan sayur segar, termasuk enzim dan energinya dapat mengurangi rasa tidak nyaman selama proses detoks.

Disamping itu, konsumsi jus selama detoks mampu memudahkan kerja pencernaan. Karena ketika detoks bertujuan untuk mengistirahatkan pencernaan dari kerja kerasnya selama ini.

Untuk lamanya waktu detoks dengan metode Juice Fasting ini bagi pemula sebaiknya 3-7 hari. Sebelum kita memulai program detoks kita sudah bisa mulai mengurangi makanan pembentuk asam, dan lebih banyak konsumsi sayur dan buah.

Gejala Detoks dan Cara Mengatasinya

Ketika awal kita melakukan detoks, akan ada reaksi yang dirasakan pada tubuh kita. Ini merupakan respon alami tubuh yang sedang mengalami detoksifikasi. Gejalanya cukup jelas, namun bervariasi. Inilah beberapa gejala detoksifikasi tubuh yang sering terjadi :

#1 Warna Urin Lebih Keruh

Gejala ini sering terjadi selama detoksifikasi. Dijelaskan dalam buku Detoks oleh Ibu Andang Gunawan, perubahan warna itu disebabkan oleh toksin yang terkandung dalam air seni.

Singkatnya, sebelum detoks, Kamu mungkin menyimpan residu di dalam tubuh. Residu tersebut bisa berasal dari obat, makanan, minuman, bahkan udara. Lalu saat dibersihkan melalui detoks, tubuh pun akan mengeluarkan residu tersebut melalui urin. Otomatis, warna urin pun berubah, yang mana sebelumnya bening, kini menjadi lebih pekat.

#2 Mual

Sulit memang untuk menghindari mual saat proses detoksifikasi. Terlalu menekan pola makan akan berdampak pada peningkatan asam lambung. Ketika asam lambung meningkat, kemungkinan besar Kamu akan merasa mual.

Untuk menghindari atau setidaknya mengurangi rasa mual tersebut, Kamu bisa menjauhi sayuran yang mengandung gas, seperti kol, sawi, dan lain sebagainya.

#3 Flu

Jika Kamu baru memulai detoks, besar kemungkinannya Kamu mengalami flu pada hari keempat. Itu dikarenakan tubuh masih melakukan penyesuaian terhadap pola makan.

Kamu bisa mengatasinya dengan banyak minum air putih, beristirahat di tempat yang memiliki sirkulasi baik, dan berolahraga secukupnya. Perlu digaris bawahi, frekuensi olahraga benar-benar harus diperhatikan. Jangan sampai terlalu sering, namun juga jangan terlalu sedikit.

#4 Pusing

Pusing, salah satu efek samping yang harus siap dihadapi pelaku detoks. Karena, detoks memiliki konsep serupa dengan diet. Pembatasan asupan kalori tentunya menyebabkan pusing. Seringkali Kamu juga harus menjauhi makanan tertentu, seperti nasi, makanan berlemak tinggi, minuman tinggi gula, dan lain sebagainya.

#5 Lemas

Ini sering terjadi, terutama bila Anda memiliki pola makan yang jauh berbeda sebelum detoks.

Misalnya, ketika Kamu terbiasa mengonsumsi makanan tinggi lemak dan karbo, maka Kamu akan menjadi lemas saat berhenti mengasup makanan tersebut selama beberapa hari. Terutama jika Kamu mengikuti program detoks dengan metode cold-pressed juice yang menggunakan buah dan sayur sebagai bahan utama.

Secara ilmiah, rasa lemas disebabkan oleh turunnya laju metabolisme basal dan tensi darah. Selain itu, rasa lemas juga disebabkan oleh menurunnya kadar gula. Tenang saja, stamina Kamu akan segera membaik setelah menjalani detoks diet selama beberapa hari.