Detoksifikasi: Pahami Ini Sebelum Anda Mulai
Detoksifikasi atau detox sedang naik daun belakangan ini karena kesadaran masyarakat yang meningkat. Semakin banyak orang ingin hidup lebih lama dengan memperbaiki gaya hidup menjadi lebih sehat. Detoksifikasi adalah langkah awal untuk memulai proses detox agar tubuh siap menghadapi perubahan gaya hidup.
Fasilitas yang memadai pada era ini mengakibatkan banyak perubahan pada gaya hidup. Aspek pola makan mendapat banyak perhatian karena perubahan pola makan mempengaruhi keadaan dan kesehatan tubuh.

Akibatnya, tubuh memerlukan detoksifikasi/detox untuk kembali ke kondisi semula, sebelum terpapar substansi buruk bagi tubuh.

Detoksifikasi memiliki peran penting bagi tubuh. Mengapa?Proses detoksifikasi menetralisir racun yang masuk ke dalam tubuh dan membuangnya melalui urine, feses, keringat, karbon dioksida, dsb.

Melalui proses ini zat, material, atau substansi yang tidak dibutuhkan lagi oleh tubuh dalam haluaran tersebut akan dibuang. Hasilnya, secara otomatis tubuh menjadi bersih dari racun.

Apa itu Detoksifikasi dan Mengapa Detox Penting?

Loading...
Detoksifkasi atau detox adalah  proses metabolisme tubuh untuk membuang atau menetralkan racun dengan melakukan penyerapan, distribusi, biotransformasi dan pembuangan racun melalui organ hati, usus besar, paru-paru dan ginjal, serta kulit.

Detoksifikasi dinilai penting untuk menjaga kesehatan organ.Adanya fungsi dari organ di atas menyebabkan munculnya beberapa pendapat bahwa tubuh tidak memerlukan detox eksternal dikarenakan tubuh telah memiliki organ hati dan ginjal untuk mendetoksifikasi segala racun yang masuk kedalamnya secara alami.

Hati akan menetralkan darah yang mengandung toksin/racun. Lalu, mendorongnya menuju gastri intestinal tract atau pencernaan, sehingga kerja hati tidak akan terlalu berpengaruh apabila makanan yang Anda makan mengandung banyak toksin. Daerah pencernaan sampai usus besar adalah tempat penyerapan makanan terbesar.Setiap harinya tubuh melakukan detox tanpa Anda sadari.

Detoksifikasi ini dilakukan oleh organ hati, usus, paru dan ginjal, serta kulit yang berperan dalam melakukan pembuangan zat-zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh, termasuk racun.Zat tersebut dikeluarkan dalam wujud air kecing, feses, keringat, gas usus, dan substansi lain yang tidak dibutuhkan tubuh, dikeluarkan dari tubuh setiap hari.

Detoksifikasi akan lebih maksimal jika Anda menyediakan hari-hari khusus untuk pembersihan. Meskipun organ dalam Anda sudah memiliki fungsi detox, akan lebih baik jika Anda turut membantu proses detoksifikasi dari luar.

Kelebihan Detox yang Banyak Dirasakan

Detoksifikasi juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Pada dasarnya, jika detox memiliki manfaat lebih banyak daripada kekurangannya, Anda tetap bisa memulai proses detoksifikasi.Namun, jika Anda memiliki kondisi kesehatan khusus, ada baiknya Anda berbicara dengan dokter atau Ahli Gizi yang kompeten sebelum memulai detox.Berikut ini kelebihan dan kekurangan detox yang wajib Anda pahami.

#1 Penurunan Berat Badan


Penurunan berat badan bisa terjadi karena Anda melakukan pembatasan konsumsi makanan.Apabila Anda mengkonsumsi makanan seperti sedia kala, maka berat badan juga dapat kembali, bahkan berlebih.

Pastikan nutrisi tubuh dan kalori harian tercukupi agar efek detox yang Anda praktekkan merupakan perbaikan level energi dan penurunan berat badan, bukan malah menjadi bumerang bagi Anda.Kebiasaan membatasi konsumsi makanan juga bisa membuat Anda tidak mudah lapar di kemudian hari. Tetapi, pastikan Anda tidak kehilangan berat badan berlebih akibat detoksifikasi tubuh. Cukupkan diri dengan berat badan yang ideal sesuai Indeks Massa Tubuh.

Pastikan Anda tahu berapa lama waktu detox Anda berjalan. Sehingga, ketika berat badan Anda sudah mencapai yang Anda inginkan, Anda hanya perlu beralih ke pola makan sehat.

#2 Meningkatkan Energi


Detox dengan menghindari gula dan kafein dapat memperbaiki energi Anda sepanjang hari. Hasilnya, tentu saja Anda akan nampak lebih segar dan memiliki tenaga lebih saat beraktivitas.

#3 Membatu Organ-Organ Vital


Seperti ulasan diatas, organ dalam yang berfungsi sebagai motor detox harus selalu dalam keadaan sehat, sehingga dapat melakukan tugasnya dengan optimal.pun sebagai upaya meringankan tugas organ, maka diet detox dapat menjadi pilihan untuk mengurangi berat kinerja organ, serta kontaminasi organ dari zat racun.

#4 Kesehatan Kulit dan Rambut


Keadaan kulit mencerminkan keadaan metabolisme tubuh Anda. Ketidakstabilan metabolisme tentu membuat kulit Anda kurang bercahaya dan rambut Anda tidak sehat.Diet detox sehat dapat mengurangi paparan racun di dalam usus, di mana usus bisa menjadi faktor pencetus penyakit kulit dan rambut Anda.

Kekurangan Detoksifikasi yang Mungkin Anda Alami


Seperti semua hal pada umumnya, detoksifikasi juga memiliki kekurangan. Beberapa orang melaporkan efek samping akibat program detox yang dijalani. Anda mungkin mengalami hal yang sama, mungkin juga tidak.

#1 Penurunan Nutrisi


Hal ini biasanya terjadi pada diet detox yang menerapkan pembatasan protein. Tindakan ini dapat menimbulkan keluhan nyeri kepala/pusing.Jika dilakukan dalam jangka waktu lama, maka dapat terjadi penurunan vitamin dan mineral dalam tubuh.

#2 Ketidakstabilan Lambung


Biasanya terjadi pada diet usus besar dimana sering ditemukan keluhan seperti nyeri perut, mual hingga muntah.Sedikit banyak keluhan dari gejala di atas akan sangat mengganggu apabila terjadi secara rutin setiap hari, sehingga ketika tubuh memberi signal ada yang tidak beres dengan tubuh, maka Anda harus segera tanggap memperbaiki.

#3 Kemungkinan Dehidrasi


Beberapa kasus detoksifikasi yang dilakukan dengan sembarangan juga dapat menimbulkan diare. Diare dapat berujung dehidrasi apabila gejalanya berat dan tidak mendapatkan penanganan segera.Anda harus memastikan bahwa tubuh Anda mendapat cairan yang cukup. Jika tidak, detoksifikasi bisa berbahaya. Alih-alih memulai detoksifikasi untuk sehat, Anda malah mungkin akan berbaring di rumah sakit.

Pembatasan konsumsi lemak jangka panjang juga tidak terlalu baik. Untuk kesehatan jangka panjang, sebaiknya Anda mengubah pola makan yang lebih sehat, sehingga hasil yang diingankan dapat bertahan dalam jangka waktu lama, tanpa mengkhawatirkan efek samping yang lain.

Mau tanya-tanya seputar Detoks? Tulis pertanyaan Anda dibawah ini :


Loading...

Apa Kata Mereka Tentang Detoksifikasi?


Apa yang Anda alami ketika menjalani proses detoksifikasi, mungkin saja pernah dialami oleh orang lain. Mungkin juga, pengalaman Anda termasuk baru dan unik.Penjabaran berikut ini adalah contoh pengalaman proses detox yang mungkin bisa Anda gunakan sebagai referensi sebelum memutuskan untuk memulai proses detoksifikasi.

#1 Linda Page


Berikut adalah ringkasan cerita dari Linda Page, seorang Praktisi Detox yang menjabarkan proses detoksifikasi dalam bukunya yang berjudul Healthy Healing’s Detoxification : Programs to Cleans, Purify, & Renew.

Awal mula Linda mengenal Cleansing Diet ketika Linda tengah menghadapi overweight yang dialaminya.

Linda merasa kelelahan hampir setiap waktu. Ia beranggapan bahwa rasa lelah yang ia alami terjadi akibat segala macam diet yang ia lakukan untuk menurunkan berat badannya.

Linda sempat sakit dan ia beranggapan bahwa penyakitkan disebabkan oleh kelebihan berat badan. Ia sempat mendapat demam dan infeksi saluran kencing, hingga Linda tertarik dengan metode detox yang ia praktekkan bersama temannya.

Selama proses diet detox, Linda merasa sangat bahagia karena berat badannya menurun, hingga ia merasa perlu untuk meneruskan detoxnya meski temannya telah lama berhenti.

Linda jarang mengonsumsi makanan lain selain yang berada dalam daftar diet detoxnya hingga beberapa tahun terakhir. Akibatnya, detox berkepanjngan yang Linda jalani menyebabkan anoreksia, bahkan ia tidak menyadarinya sampai tubuhnya menampakkan tanda malnutrisi.

Linda berusaha sembuh dari malnutrisi yang ia alami, dan berusaha untuk kembali ke kehidupan sehat dan tubuh idealnya, dengan berfokus pada gaya hidup yang lebih sehat.

#2 Agniya Khoiri


Berikut adalah ringkasan cerita dari Agniya Khoiri seperti dilansir dari Detik Food.

Saat Agniya Khoiri berusia 22 tahun, ia menjalankan detox dengan jus satu tahun yang lalu. Agniya bertujuan menurunkan berat badannya dengan diet detox tersebut.

Selama proses diet detox tersebut, Agniya mengonsumsi jus buah sayur, serta mengonsumsi buah potong seperti nanas, lemon, bayam dan apel yang ia campur sendiri, tidak menggunakan produk jus kemasan.

Pada awalnya Agniya merasa bawah rasa jus tersebut cukup enak. Tapi lama-kelamaan, mulutnya terasa asam. Ditambah dengan campuran jus buatannya yang terlalu kental, ia merasa eneg. Akibatnya, ia harus menutup hidungnya saat mengkonsumsi jus tersebut agar bisa langsung tertelan.

Setelah 3 hari, Agniya berhenti karena ia sering merasa lemas dan sering buang air kecil, sehingga aktivitasnya sedikit terganggu.

Apa yang dialami oleh Agniya adalah proses detoksifikasi yang sedang berjalan. Sering buang air kecil adalah tanda bahwa tubuh sedang membuang racun-racun menumpuk yang selama ini tidak bisa dikeluarkan.

Dengan diet detox, Agniya telah berhasil mengurangi racun dalam tubuh.

Namun, tidak harus seperti Agniya. Anda bisa mendapatkan jus diet detox yang lezat karena campuran buah dan sayur yang serasi. Jus diet detox juga tidak harus selalu menyeramkan dan bikin mual.

Jus yang diproses dengan cara cold-pressed menghilangkan rasa eneg ketika Anda mengonsumsi jus tersebut. Selain karena tidak adanya fiber dan ampas sayur buah, rasa cold-pressed juice lebih segar dan tubuh Anda akan bereaksi dengan lebih baik dibanding jus yang diblender dengan cara biasa.

#3 Eva Ernalia


Lain Agniya, lain dengan Eva.

Eva Ernalia mengaku mengikuti program detox untuk membersihkan toksin dalam tubuhnya. Ia mulai mengikuti program detoksifikasi pada bulan Oktober tahun 2015.

Sebelum menjalani detox, ia sudah mengkonsumsi makanan dengan metode food combining, yang bisa dikategorikan sebagai detox ringan.

Selama 3 hari, Eva hanya mengkonsumsi jus dan buah potong. Buah yang ia pilih adalah mangga, semangka, melon, anggur, jeruk dan dragon fruit. Eva juga mengkonsumsi salak, rambutan, dan jambu air.

Menurut Eva, program detox yang ia jalani sangat terasa manfaatnya. Eva mengaku bahwa diet detoks yang ia jalani berhasil membuat tubuhnya terasa lebih ringan dan segar, tanpa menggangu aktivitas. Selain  itu, ia juga mengklaim bahwa ia menjadi tidak mudah lelah dan lemas setelah selesai dengan program detoks yang ia jalani.

Apa Anda Perlu Detox?


Detoksifikasi kebanyakan dilakukan oleh wanita yang ingin menjaga bentuk tubuh idaman dan memiliki kulit cerah, namun tetap memiliki energi dan waktu untuk melakukan banyak hal.

Tapi ternyata, baik pria maupun wanita memerlukan detoks tubuh karena keduanya memerlukan tubuh sehat prima yang bisa mendukung aktivitas harian.

Malahan terkadang, pria lebih memerlukan detox daripada wanita karena gaya hidup pria secara umum lebih rentan dengan paparan racun. Karena aktivitas pria yang lebih dominan di luar rumah, tentunya pria memiliki resiko racun yang mengendap dalam tubuh.

Oleh karena itu, pria dan wanita sama-sama memerlukan detoksifikasi untuk memulai gaya hidup sehat dan membuang racun.

Tips untuk Memulai Detox Anda Hari Ini


#1 Waktu


Tips sukses memulai detoksifikasi tubuh terletak pada waktu pelaksanaan dan durasi yang Anda pilih. Nah, pastikan Anda memiliki waktu yang cukup untuk melakukan detox.

Tentukan waktu di mana Anda memiliki waktu luang lebih dan tidak beraktivitas sebanyak biasanya.Lalu, tentukan berapa lama Anda akan detox. Misalnya 2-3 hari, atau 7-10 hari.

Jika Anda baru saja ingin memulai detox, durasi yang disarankan adalah 3 hari. Detox tubuh dengan cold-pressed juice selama 3 hari sudah cukup jika Anda baru pertama kali mulai.

Setelahnya, Anda bisa mengulang proses detoksifikasi dengan jus buah dan sayur yang sama setiap satu bulan sekali agar mendapatkan manfaat cold-pressed juice secara utuh.

Perlu Anda ingat, bahwa keberhasilan detox juga bergantung pada kesehatan fisik dan mental Anda. Jika Anda memiliki jadwal padat yang memerlukan banyak aktivitas dan bergerak, tunda detox Anda hingga Anda memiliki waktu luang.Ini juga membantu Anda agar terhindar dari stress.

Detox di waktu yang salah malah akan memperburuk kondisi mental dan fisik Anda. Akibatnya, tidak ada manfaat detox yang bisa Anda raih.

#2 Hindari Konsumsi Suplemen/ Obat-Obatan


Detox yang dilakukan secara ekstrim dengan menggunakan suplemen, obat-obatan, dan sebagainya sangat tidak dianjurkan untuk Anda jalankan.

Praktek seperti ini dapat mengakibatkan banyak gejala yang sangat mengganggu bagi Anda. Gejala yang muncul antara lain keluhan nyeri kepala, diare, kedinginan, nyeri perut, bahkan muntah.

Gejala tersebut dapat berupa gejala ringan sampai berat, tergantung pada suplemen dan obat-obatan detox yang Anda gunakan.Gejala-gejala tersebut akan sangat mengganggu apabila terjadi terus-menerus dan Anda akan merasa dirugikan, alih-alih mendapatkan manfaat detox.

Beberapa hal yang harus Anda sadari adalah bahwa Anda tidak harus merasa sakit untuk memperbaiki kesehatan.

Anda tidak perlu melakukan kerja ekstra dan menderita karena mengonsumsi suplemen dan obat-obatan detox yang ekstrim. Pahami bahwa tubuh Anda memiliki fungsi detoksifikasi alami.

Tugas Anda adalah merawat fungsi organ tersebut dengan melakukan detox tubuh dari luar dengan bahan-bahan alami seperti sayur dan buah.

#3 Bantu Kerja Organ Vital Anda


Anda bisa membantu kinerja organ vital Anda dengan mengonsumsi makanan segar dan sehat dengan jumlah tepat. Lengkapi dengan olahraga dan istirahat yang cukup tanpa begadang.

Membuang atau menetralisir racun dalam tubuh dapat membantu Anda untuk memperbaiki level energi. Dalam jangka panjang, ini dapat membantu Anda tetap fit selama beraktivitas.

Detoksifikasi juga memberi Anda kulit bersinar, berat badan yang stabil dalam jangka panjang, dan membuat Anda lebih sehat percaya diriManfaat detoksifikasi tubuh dapat Anda peroleh dengan membatasi konsumsi makanan yang tinggi kalori, rendah nutrisi, makanan instan dan gula.

Ketika Anda berhenti mengonsumsi junk food, tubuh tidak terpapar zat-zat tersebut yang menjadi kunci penurunan fungsi tubuh. Dengan detox tubuh yang tepat, dapat dipastikan Anda memiliki energi lebih dan merasa lebih bugar.

Penutup


Detoksifikasi tubuh memiliki manfaat yang nyata bagi tubuh. Beberapa orang merasakan tambahan energi, sementara lainnya mengalami penurunan berat badan. Bagi Anda, mungkin detox adalah titik balik untuk mengubah gaya hidup Anda menjadi lebih sehat dan teratur.Kesehatan adalah aset utama yang tidak bisa Anda gantikan. Waktu terbaik untuk memperbaiki kualitas hidup dan kesehatan Anda adalah kemarin. Kalau Anda tidak bisa melakukannya, maka sekarang adalah saat yang tepat.Detox tubuh Anda dan dapatkan kesehatan prima mulai hari ini.