3 Alasan Mengapa Perlu #DukungPetaniLokal

Halo, Sahabat Sehat!

Mungkin kamu sudah tidak asing lagi dengan istilah #dukungpetanilokal, karena ini merupakan salah satu dari 3 misi kami. Gerakan untuk mendukung petani lokal ini cukup sering digaungkan berbagai pihak, khususnya  oleh pemerintah.

Telah banyak upaya yang dilakukan pemerintah untuk membuat masyarakatnya beralih ke konsumsi hasil petani lokal. Contohnya saja, tercatat pada 28 september 2012 pemerintah telah mengeluarkan kebijakan pembatasan impor hortikultura, pembatasan ini dilakukan dengan harapan memicu petani lokal untuk meningkatkan produksinya dan meningkatkan semangat masyarakat untuk menggunakan hasil tani lokal.
Tapi sebenarnya Sahabat Sehat tau gak sih, apa alasan mendasar yang menjadi penyebab kenapa sangat banyak gerakan yang dilakukan untuk mendukung petani lokal? itsbuah telah merangkumnya menjadi 3 alasan penting kenapa perlu untuk kamu #dukungpetanilokal.

Mau tanya-tanya seputar Detoks? Tulis pertanyaan Anda dibawah ini :


Loading...

#1 Potensi Sektor Pertanian di Indonesia

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara agraris terbesar di dunia setelah Brazil. Dari 27 persen zona tropis yang ada di dunia, Indonesia memiliki setidaknya 11 persen dari wilayah tropis tersebut. Berada tepat di garis khatulistiwa, Indonesia diberkahi dengan limpahan sinar matahari dan curah hujan yang tinggi. Perbedaan suhu yang tidak terlalu ekstrim di antara dua musim ini memudahkan segala jenis tanaman dapat tumbuh subur.
  • Keanekaragaman Hayati
Coba Sahabat Sehat perhatikan, ketika kamu tanpa sengaja membuang biji buah jeruk ke tanah di depan rumahmu apa yang akan terjadi? cukup mudah bagi biji buah jeruk tersebut untuk bertunas dan tumbuh tanpa dirawat bukan?, ini menunjukkan betapa besarnya potensi alam Indonesia.

Hal tersebut juga dapat kita lihat dalam sektor pertanian, didukung dengan sebaran kondisi geografis berupa dataran rendah dan tinggi, limpahan sinar matahari dan intesitas curah hujan yang hampir merata di sebagian wilayah, serta keaneka ragaman jenis tanah memungkinkan dibudidayakannya aneka jenis tanaman di Indonesia.
  • Lahan Pertanian
Merupakan negara kepulauan, sudah tidak diragukan lagi Indonesia memiliki potensi ketersediaan lahan yang amat besar. Berdasarkan data oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air, Kementerian Pertanian pada tahun 2006 memperlihatkan bahwa total luas daratan Indonesia adalah sebesar 192 juta ha, terbagi atas 123 juta ha (64,6 persen) yang merupakan kawasan budidaya dan 67 juta ha sisanya (35,4 persen) merupakan kawasan lindung.

Dari total luas kawasan budidaya, yang berpotensi untuk areal pertanian adalah seluas 101 juta ha. Hingga saat ini, dari areal yang berpotensi untuk menjadi pertanian tersebut, baru digunakan 47 juta ha, sehingga masih tersisa 54 juta ha lagi untuk perluasan areal pertanian.

#2 Keunggulan Hasil Pertanian Lokal

Tahukah Sahabat Sehat, bahwa salah satu faktor penyebab rendahnya tingkat konsumsi masyarakat akan hasil pertanian lokal adalah karena kurangnya kepercayaan masyarakat akan kualitasnya. Padahal jika diteliti lebih jauh, hasil pertanian lokal memiliki banyak keunggulan dibandingkan hasil impor.
  • Lebih Segar
Mengingat jarak tempuh yang lebih dekat, hasil pertanian lokal tidak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai ke tangan konsumen. Hal inilah yang membuat hasil pertanian lokal jauh lebih segar dibanding dengan produk impor.
  • Kandungan gizi maksimal
Karena dipanen pada waktu yang tepat, hasil pertanian lokal memiliki kandungan gizi yang maksimal dibanding produk impor. Saat waktu panen tepat, tak hanya kandungan gizi saja yang berkualitas, dari rasa pun Sahabat Sehat akan mendapatkan yang terbaik.
  • Mengurangi jejak karbon/Ramah Lingkungan
Semakin jauh jarak yang ditempuh bahan pangan sebelum diterima konsumen, maka semakin banyak jejak energi karbon yang tertinggal. Jika dibandingkan dengan hasil tani lokal dengan kualitas serupa, tentu saja lebih ramah lingkungan karena proses pengiriman yang lebih singkat.
Loading...

#3 Fakta Pertanian Indonesia

Indonesia sebagai negara agraris, artinya sebagian besar mata pencarian penduduknya berasal dari sektor pertanian dan perkebunan. Pertanian menjadi sektor yang memiliki peranan signifikan bagi pembangunan ekonomi Indonesia. Sektor pertanian menyerap 35.9% dari total angkatan kerja di Indonesia dan menyumbang 14.7% bagi GNP Indonesia (BPS, 2012).

Kita bisa melihat dari data BPS, di saat pandemi COVID-19 belum juga usai, sejumlah sektor lain cenderung terpuruk. Pertumbuhan ekonomi Indonesia turun sampai 4,19 persen. Hanya sektor pertanian yang tangguh bertumbuh. Berdasarkan data BPS, pada kuartal II 2020 PDB sektor pertanian menjadi penyumbang tertinggi pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia dengan pencapaian 16,24 persen.

Faktanya Indonesia adalah negara agraris, yang artinya sebagian besar mata pencarian penduduknya berasal dari sektor pertanian dan perkebunan. Maka sudah sewajarnya jika kita mendukung para petani lokal, semakin besar potensi pertanian untuk memajukan perekonomiaan di Indonesia.
Nah, Sahabat Sehat! setelah mengetahui potensi besar dan alasan dibalik mengapa kita perlu #dukungpetanilokal, aksi nyata apa yang benar-benar dapat kita lakukan untuk berkontribusi? Salah satu aksi nyata yang dapat kamu lakukan adalah menggunakan produk lokal. Nah dengan melakukan program Hidup Sehat di IT's Buah secara tidak langsung kamu telah membantu untuk #dukungpetanilokal. Lihat kegiatan IT’s Buah lain seputar #dukungpetanilokal disini.